Minggu, 31 Oktober 2010

IKATAN ITU…



semakin kita merelakan kepergian sahabat, semakin kita mengharap kehadirannya pada suatu saat nanti, sebab kawan seribu terlalu sedikit, musuh satu teramat banyak!

semoga dalam bumi ini masih ada nafas persaudaraan yang boleh terpitakan!
setiap ukhuwah menampilkan satu mata rantai rezeki,,,, sekiranya hamba ingin dipermudah rezekinya maka akankah ia persulit diri tuk membina ukhwah islamiyah?

mari menyambung mata rantai ukhwah dengan landasan lillahi ta'ala..... kereta api senantiasa berjalan dalam rangkaian ikatan antar gerbongnya,,, namun apakah yang terjadi jikalau gerbong terdepan tidak memiliki panduan dan pedoman? tentu sangat erat kedudukannya dengan ketidak seimbangan dan ancaman tergelincir,,, begitupun dengan ikatan ukhuwah yang memiliki landasan yang rapuh.
Selamat jalan bagi antum semua kader GAMAIS BIMA yang kembali ke tanah asal,, ini hari bukti bakti pengabdian untuk dana Mbojo.... Kami yakin Gerbong ukhuwah itu tak akan pernah putus karena dari salah kader-kader Gamais dari bahasa inggris sering berucap, "where there is a will, there is a way"
tetap semangat ikhwah,,, bukakan jalan untuk kami yang akan menyusul kemudian,,,, MEMBERI KONTRIBUSI UNTUK BIMA TERCINTA!

semoga bermanfaat!

M. FAUZI  MUHAJIR
CO. DEPT. JARKOM GAMAIS

Jumat, 08 Oktober 2010

MAKNA DAN LAMBANG:

MAKNA DAN LAMBANG:
 Latar logo adalah gambar ka’bah yang melambangkan bahwa gamais, layaknya ka’bah, diharapkan menjadi wasilah berkumpulnya pemuda/i islam dalam hal ini adalah mahasiswa/i islam bima.

 Warna hitam melambangkan ketegasan dalam mengambil keputusan dan bertindak, tidak ragu-ragu.

 5 pilar hitam pada ka’bah melambangkan 5 rukun islam yang menjadi pegangan dasar keislaman serta keimananan aktivis atau siapapun yang bernaung di bawah gamais.

 Lingkaran melambangkan ukhuwah/tali penyatu yang menyatukan semua aktivis gamais dalam satu wasilah dakwah, yaitu gamais.

 Tulisan GAMAIS dan latar bendera berwarna putih melambangkan kesucian pergerakan yang dibawa oleh gamais. Gamais bergerak tidak di bawah pengaruh pihak manapun. Gamais bergerak atas dasar kesucian niat untuk berjuang di jalan dakwah.

 Warna kuning pada tulisan BIMA dan di antara 5 pilar hitam melambangkan kesejahteraan. Dalam pergerakannya gamais juga berusaha agar semua pihak yang ada di dalamnya baik aktivis dakwah maupun objek dakwahnya sejahtera.

MAKNA LOGO DAN LAMBANG GAMAIS

ARTI LAMBANG

 SEGI DELAPAN : Nggusu Waru Delapan sifat yang harus dimiliki pemimpin dalam falsafah Bima
1. dou maja labo dahu dinadai Ruma Allahu Ta’ala
2. dou ma bae ade
3. dou ma mbani labo disa
4. dou ma lembo ade ro ma na’e sabar
5. dou ma ndinga nggahi rawi pahu
6. dou ma taho hid’i / londo dou ma taho
7. dou ma d’i woha dou
8. dou ma ntau ro wara


 LAFADZ ALLOH : Tujuan menggapai ridho Alloh SWT dan Islam sebagai asas organisasi dalam bergerak
 CUNGKUP RUMAH ADAT BIMA V : Nilai-nilai luhur adat dan budaya bima yang senantiasa harus dipelihara dan masyarakat Bima sebagai obyek aktivitas guna meningkatkan kualitas manusianya.
 TULISAN “GAMAIS” : Organisasi yang menghimpun Mahasiswa Islam Bima
 ELIPS dan 2 LINGKARAN : Intelektualitas mahasiswa dan semangat persaudaraan.

MAKNA LAMBANG

GAMAIS sebagai wadah berkumpul dan pembinaan pemimpin masa depan berlandaskan keislaman dan kedaerahan untuk membangun daerah Bima dengan semangat presaudaraan dan keilmuan





1. “dou maja labo dahu dinadai Ruma Allahu Ta’ala”. Artinya orang yang merasa malu dan takut kepada allah SWT.

2. “ dou ma bae ade”. Artinya, orang yang memiliki kapasitas intelektual serta kepekaan jiwa (spiritual) yang mendalam sehingga dengan mudah menanggapi berbagai permasalahan yang terjadi, secara rasional dan intuitif serta tidak mudah bersikap emosional dalam arti negatif.” ditengah-tengah pulau Sumbawa, sehingga sangat relevan dengan kata DOMPU/DOMPO.

3. “dou ma mbani labo disa”. Artinya orang yang memiliki sifat berani melakukan perubahan (reformasi) kearah yang lebih positif-konstruktif karena diyakini kebenarannya.

4. “dou ma lembo ade ro ma na’e sabar”. Artinya orang yang lapang dada (berjiwa demokratis dan akomodatif) yang mampu menjembatani hal-hal yang dapat menimbulkan polaritas (pro-kontra).

5. “dou ma ndinga nggahi rawi pahu”. Artinya, orang yang jujur

6. “dou ma taho hid’i” atau “londo dou ma taho”. Artinya, orang yang memiliki integritas kepribadian yang kokoh-kuat dan berwibawa.

7. “dou ma d’i woha dou”. Artinya, orang yang selalu merasa terpanggil untuk mengambil tanggung jawab, ditengah-tengah komunitasnya, baik ditingkat lokal, memiliki akses tingkat nasional, dan syukur-syukur di tingkat Internasional.

8. “dou ma ntau ro wara”. Artinya, orang yang memiliki kekayaan (maksudnya, bukan hanya memiliki kekayaan bersifat materi-kebendaan saja, tetapi yang penting, kaya rohani