Jumat, 08 Oktober 2010

MAKNA LOGO DAN LAMBANG GAMAIS

ARTI LAMBANG

 SEGI DELAPAN : Nggusu Waru Delapan sifat yang harus dimiliki pemimpin dalam falsafah Bima
1. dou maja labo dahu dinadai Ruma Allahu Ta’ala
2. dou ma bae ade
3. dou ma mbani labo disa
4. dou ma lembo ade ro ma na’e sabar
5. dou ma ndinga nggahi rawi pahu
6. dou ma taho hid’i / londo dou ma taho
7. dou ma d’i woha dou
8. dou ma ntau ro wara


 LAFADZ ALLOH : Tujuan menggapai ridho Alloh SWT dan Islam sebagai asas organisasi dalam bergerak
 CUNGKUP RUMAH ADAT BIMA V : Nilai-nilai luhur adat dan budaya bima yang senantiasa harus dipelihara dan masyarakat Bima sebagai obyek aktivitas guna meningkatkan kualitas manusianya.
 TULISAN “GAMAIS” : Organisasi yang menghimpun Mahasiswa Islam Bima
 ELIPS dan 2 LINGKARAN : Intelektualitas mahasiswa dan semangat persaudaraan.

MAKNA LAMBANG

GAMAIS sebagai wadah berkumpul dan pembinaan pemimpin masa depan berlandaskan keislaman dan kedaerahan untuk membangun daerah Bima dengan semangat presaudaraan dan keilmuan





1. “dou maja labo dahu dinadai Ruma Allahu Ta’ala”. Artinya orang yang merasa malu dan takut kepada allah SWT.

2. “ dou ma bae ade”. Artinya, orang yang memiliki kapasitas intelektual serta kepekaan jiwa (spiritual) yang mendalam sehingga dengan mudah menanggapi berbagai permasalahan yang terjadi, secara rasional dan intuitif serta tidak mudah bersikap emosional dalam arti negatif.” ditengah-tengah pulau Sumbawa, sehingga sangat relevan dengan kata DOMPU/DOMPO.

3. “dou ma mbani labo disa”. Artinya orang yang memiliki sifat berani melakukan perubahan (reformasi) kearah yang lebih positif-konstruktif karena diyakini kebenarannya.

4. “dou ma lembo ade ro ma na’e sabar”. Artinya orang yang lapang dada (berjiwa demokratis dan akomodatif) yang mampu menjembatani hal-hal yang dapat menimbulkan polaritas (pro-kontra).

5. “dou ma ndinga nggahi rawi pahu”. Artinya, orang yang jujur

6. “dou ma taho hid’i” atau “londo dou ma taho”. Artinya, orang yang memiliki integritas kepribadian yang kokoh-kuat dan berwibawa.

7. “dou ma d’i woha dou”. Artinya, orang yang selalu merasa terpanggil untuk mengambil tanggung jawab, ditengah-tengah komunitasnya, baik ditingkat lokal, memiliki akses tingkat nasional, dan syukur-syukur di tingkat Internasional.

8. “dou ma ntau ro wara”. Artinya, orang yang memiliki kekayaan (maksudnya, bukan hanya memiliki kekayaan bersifat materi-kebendaan saja, tetapi yang penting, kaya rohani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar